#Song of the day : Sign Of The Times by Harry Styles


Saya suka lagu ini. 
Banyak yang bilang … lagunya repetitif, liriknya diulang-ulang terus… ah, tapi aku tetap suka. Malah menurut aku ini pas, dan nggak berasa loh kalau lagunya lima menit lebih. Pas kok, dan feelnya dapat banget. Pesan di dalam liriknya pun kuat banget, dan melodi lagunya yang berasa ballad rock jadul makin memperkuat feel dalam lagu ini. Harry cerdas banget milih genre yang kayak begini, karna musik yang kayak gini itu everlasting. Mau didenger berapa kali pun nggak bakal bosan. 

Aku suka banget sama Harry Styles yang nggak mainstream kayak artis kekinian yang lebih milih musik menghentak ala EDM, dia malah mengikuti passion dia. Dan jujur aja pemilihan genre dia kayak begini ini malah menunjukkan musikalitas dia itu tinggi. Bangga aku sama Harry Styles. 

Ada banyak teori tentang makna di lagu ini. Dan aku paling cocok sama teori kalau lagu ini adalah tentang kematian atau juga tentang perang, karena kan Harry itu bakal jadi Cast film yang menceritakan PD II gitu. Mungkin aja lagu ini bakal jadi ost-nya.

Mulai dari liriknya yang, “Welcome to the final show, hope you wearing your best clothes.”

Lirik itu punya interpretasi kalau final show yang dimaksud adalah akherat. Dan setelah kita sampai di akherat kita diharapkan untuk mengenakan pakaian terbaik kita.

Terus lirik, “You can’t bribe the door on your way to the sky.”

Intinya sih ini bilang kalau kita tidak bisa menyogok untuk bisa melewati pintu untuk masuk ke langit. Jadi, effort kita yang di dunia lah yang dihitung. Lo nggak bisa nyogok, karena lo udah mati. Udah gitu aja. Materi itu nggak diperhitungkan ya di akherat.

Lalu lirik, “You look pretty good down here; But you ain’t really good.”

Ini menjelaskan kalau ya kita kelihatan lumayanlah di sana tapi kita nggak begitu cakep karena nggak bisa dipungkiri fakta kalau kita ini udah mati. 

Lalu lirik ini, “We never learn, we been here before; Why are we always stuck and running from The bullets?”

Kita ini pernah ada di situasi kayak begini, tapi kita nggak pernah benar dari kesalahan kita. Jadi, pada akhirnya, kita hanya akan stuck di tempat dan berupaya lari dari peluru. Aku bisa tangkap makna kalau peluru ini bisa mengandung makna dosa. 

Chorusnya pakai lirik, “Just stop your crying; It’s a sign of the times;We gotta get away from here.”

Kita nggak boleh cengeng lagi, jangan pasrah. Kalau kalian nggak nyaman, kalian bisa lari dari situasi itu.

Just stop your crying; It will be alright; They told me that the end is near; We gotta get away from here.

Nah lirik yang ini masih sama untuk menyuruh kita jangan hanyut dalam kesedihan karena kalau kita berjalan terus, kita akan mencapai persinggahan terakhir. Jadi, berusaha lah kalau mau hal itu terjadi, jangan hanya bisa nangis!

Just stop crying; Have the time of your life.

Berhentilah menangis, nikmati saja waktu yang kita punya.

Breaking through the atmosphere; And things are pretty good from here.”

Kita ini sudah menembus atmosfer, dan dari sana, hal-hal kelihatan indah. Ini menjelaskan banget kalau kita udah nggak berpijak pada dunia atau bumi lagi.

Remember everything will be alright; We can meet again somewhere; Somewhere far away from here.

Semua hal pasti akan indah pada waktunya, ingatlah hal itu dan kita mungkin masih bisa reuni tapi nggak di dunia lagi … mungkin tempatnya jauh sekali dari bumi, dan menurut aku tempat itu adalah akherat.

Bridge nya punya lirik, “We don’t talk enough; We should open up; Before it’s all too much.

Ini menggambarkan situasi di dunia saat ini memang. Kita itu udah jarang menerapkan prinsip sosial secara langsung karena teknologi, dan hal ini menjadikan manusia agak egois. Kita jadi nggak mau terbuka sama seseorang. Padahal sosialisasi kan artinya membaurkan diri secara langsung dan merasakan itu namanya kebersamaan, bukannya sosialisasi di gadget karena bahkan kalau kita bertemu orang secara langsung aja kita ini masih bisa ditipu apalagi lewat teknologi canggih kayak begitu. 

Will we ever learn?; We’ve been here before; It’s just what we know.

Apa kita nggak sadar kalau kita pernah ada di situasi ini. Sayangnya, kita hanya tahu hal itu tapi kita nggak bisa belajar dari kesalahan. 

Lihatlah, lirik-liriknya itu karena walaupun liriknya nggak begitu banyak tapi lirik ini indah dan punya pesan dalam. Lirik ini adalah teguran untuk para manusia sebelum sampai ke akherat bahwa akherat itu nggak seperti bumi. Kita nggak bisa egois di sana, kita nggak bisa cengeng di sana, kita nggak boleh stuck dan pasrah aja, bahwa kita pun harus usaha. 

Coba deh bandingin sama lirik-lirik yang sering jadi raja chart akhir-akhir ini. Apa coba makna lagu mereka itu? Palingan mereka cuma bahas malah cinta, sakit hati, dan kebanyakan sih bahasnya tentang seks 😒😒😒. Harry ini masih muda loh, umurnya masih 23 tahun. Tapi dia malah bikin lagu yang bijak kayak begini (Iya harry yang ciptain lagunya!!!!), jadi sudah jelas kan kedewasaan dia dalam bermusik. Ini nih yang paling penting harus dipunyai seorang penyanyi karna hal ini yang bakal mereka terus berkembang imbalannya adalah dia tidak akan cepat dilupakan dan akan terus bertahan. 

Mungkin tiap orang punya persepsi yang beda tentang hal-hal yang aku sebutkan di atas, karena kan beda kepala pasti sudah beda pemikiran. Aku hanya menyampaikan emosi yang aku dapat saat aku dengar dan resapi melodi dan lirik dari lagu ini.Dan itulah hasilnya.

Kupendam Dendam

​Hey, aku marah padamu

Tidak … aku tidak menunjukkannya langsung

Karena marah ini tertahan

Terpendam di dalam hati

Dan akan berkembang menjadi dendam penuh benci 

Ingatlah pesan ini

Berhati-hatilah pada si pendiam

Diam-diam amukannya bisa menikam

Kau akan tahu maksudku

Setelah kau merasakan hantamanku

Jadi ingat baik-baik pesan ini

Karena ini peringatan buatmu makhluk sok suci tapi penuh kepalsuan yang sangat kubenci . Haha.

Novel, si baik yang penuh derita

​Aku post ini karena aku respek banget sama Novel Baswedan, salah satu penyidik terbaik KPK. 

Dia dengan perbuatan baiknya sudah berhasil menangkap para tikus busuk ke dalam tempat yang semestinya. Kerja keras dia dan tim di KPK perlahan membuat para koruptor yang membludak di Indonesia ini menyusut pelan-pelan. 

Sayangnya, ada orang yang ketar-ketir oleh tajamnya Novel Baswedan dan jajaran KPK mencium aroma tak sedap seorang maling tingkat atas. Ya, dan rasa takut itu pun melahirkan sebuah tindakan kejahatan. 

Bukan sekali atau dua kali, tapi teror yang diterima Novel Baswedan lebih dari itu. Da yang terakhir yang paling panas, dia disiram air keras tepat di wajah, ralat tepat ke MATA! Orang jahat itu jelas sekali mengincar mata Novel, dan aku yakin ada maksud tertentu dari tindakan tidak manusiawi itu. 

Dan sialnya, si jahat tahu benar momen yang tepat untuk melakukan tindakan itu. Dia memilih penyerangan di saat semua perhatian fokus ke Pilkada DKI Jakarta yang menguras tensi sehingga kasus penyerangan ini jadi kehilangan blow up besar-besaran dari media. Dan aku yakin lama-lama kasus ini pun akan menghilang tanpa ada penyelesaian lebih lanjut … atau mungkin POLRI sebagai lembaga yang seharusnya menjamin keselamatan dan keamanan WNI bisa bekerja lebih keras dan membongkar dalang dari semua penyerangan ini. 

Ini bukan kasus yang pertama terjadi, dan ini pun bukan hanya Novel yang menjadi korban. Sudah banyak sekali penyidik KPK atau ICW yang diteror tapi kasus mereka tidak ditangani lebih lanjut oleh Polisi dan akhirnya lenyap juga dari perhatian. 

Sungguh. Ini masalah gawat. Kita berbicara soal HAM di sini. Hak-hak hidup para orang baik ini diancam padahal mereka layak mendapat perlindungan yang lebih tinggi lagi dari negara karna hey … mereka itu penyelamat negara dan timbal balik negara adalah kembali menyelamatkan mereka. 

Entah siapa dalang utamanya, tapi yang jelas ada pepatah yang bilang kalau bangkai kalau disembunyikan di tempat yang paling sulit dicari pun pasti lama-lama baunya akan tercium. Dan suatu saat, kalian para penjahat akan menerima akibatnya, baik di dunia atau pun di akherat karna tidak ada namanya happy ending untuk seorang penjahat. Kalian itu hanya seorang penakut yang akan berakhir menjadi pengecut!!!!

Happy ending hanya akan berhasil untuk orang-orang baik karna mereka layak untuk mendapatkan penghargaan tinggi dari Tuhan baik di dunia atau pun di akherat.

Harapan Baru pada Musik di tahun 2017

​Aku senang banget dengan musik di awal tahun ini. Aku merasa kalau era Edm perlahan mulai memudar dan musik dengan atmosfer lawas malah jadi highlight. 

Oh, ya … aku pertegas ya kalau aku bukannya benci sama musik edm rapi aku nggak begitu suka aja karena musiknya kayak gitu-gitu aja irama atau dropnya. Nggak ada perkembangan, jadi lama-lama aku bosan dan kesal pas musik edm kedengaran di kuping aku. 
Btw, aku nulis ini bukan buat masalah edm. Aku mau bahas musik kekinian tapi cita rasanya jadul. Dan aku berterima kasih banget sama … 
BRUNO MARS DAN HARRY STYLES!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Mereka (plus Ed Sheeran dengan modern pop nya) berhasil musik di tahun 2017 ini terselamatkan. Aku senang karena ada juga musisi yang buat lagu dengan benar-benar bagus kayak begini. Serius, mereka keren banget. Mereka bikin musik di era musik Edm tapi mereka bisa taklukan itu musik edm dengan atmosfer baru nuansa jadul. Keren euy.

Pertama aku bakal bahas Bruno Mars dulu ya. Bruno itu salah satu penyanyi yang paling aku suka karya-karyanya karena dia itu berani keluar dari jalur. Dimulai dari album yang unorthodox juke box dimana lagunya itu lebih berat dari lagu-lagu dia di awal karir dia, ini membuktikan kalau dia pengen bikin musik sesuai apa yang dia inginkan … dia nggak ngelirik pasar tapi pasar yang harus lirik dia. Itulah gunanya musisi bukan?

Aku lebih senang lagi sewaktu Bruno meluncurkan album barunya yang 24K Magic. Cita rasa yang dia bawa berbeda lagi dari album sebelumnya … dia milih genre RnB, soul, dan funk dengan atmosfer tahun akhir 80an sampe era 90an. Bruno tahu aja kalau memang musik di era itulah yang paling bagus dan dia berhasil bikin musik yang sama bagusnya kayak era itu. Beneran deh aku respek banget sama Bruno Mars. Dia itu musisi sejati. Dia hampir bisa main semua alat musik, dia ciptain dan produserin lagu dia sendiri. 

Kadang aku mikir kalau Bruno ini the next MJ,  kalau didengar sekilas ada nuansa MJ di suara Bruno, bahkan muka Bruno Mars pun sedikit mirip kayak MJ. Itu keren!!!

Dan aku bangga udah ngefans sama dia. Sumpah.
Lalu penyanyi kedua yang mau aku bahas yaitu Harry Styles!!!
Sudah dengar belum lagu dia baru dia (sebagai penyanyi solo) yang THE SIGN OF THE TIMES sama EVER SINCE NEW YORK? 

Kalau belum dengar, kalian mesti dengar karena dua lagu itu Keren banget!!!! Aku jadi penasaran sama lagu-lagu dia yang lain. 

Kalau Bruno tadi genre lagunya RnB 80/90an, nah Harry ini ngambil Ballad Rock tahun 70/90an. 

Gini ya … Harry itu kan bagian dari One Direction yang genre nya pop banget tapi pas dia bikin solo project lihatlah kedewasaan dia milih Genre musik, bikin musiknya, dan nulis liriknya. Aku yakin Harry bakal bertahan lama banget di dunia musik karna aku bisa denger passion dia yang tinggi di musik. Pokoknya aku bahagia banget dengan fakta kalau Harry bikin lagu kayak begini … pas pertama denger SOTT aku nangis loh. Aku nangis karena bahagia dengan pilihan dia, aku bahagia karena lagu dia indah banget dan artinya itu dalem banget, dan aku bahagia karena aku nggak salah kasih ekspetasi tinggi ke dia pas dia mau solo. Aku percaya dia akan berhasil dan lihatlah dia … nggak cuma berhasil dia bener-bener taklukan semua itu. Bahkan aku lebih senang Harry solo kayak gini, karena talenta dia itu agak tersembunyi pas di one direction. Eh, tapi aku tetap berharap One Direction tetap bertahan ya… aku suka One Direction soalnya 😊😊😊.  
Udah kayaknya segitu aja.

Review Novel : A Thousand Boy Kisess

​Ini adalah tipikal cerita favorit saya, di mana ada dua sejoli yang saling mengenal sejak kecil, lalu saat mereka tumbuh besar mereka merasakan hal bernama cinta. Mungkin ringkasnya hubungan ini sering disebut Friendzone. Dan entah kenapa saya suka cerita model begini. I mean, rasanya manis saja begitu dicintai dan mencintai orang yang sudah kita tahu dengan benar segala tabiat buruk dan baiknya, jadi tidak perlu ada jajak pengenalan dulu. Ya, memang hubungan macam ini berisiko tinggi karena persahabatan yang dipertaruhkan dan rata-rata kebanyakan orang yang friend zone ketika hubungan mereka putus, persahabatan mereka pun ikut putus. 

Oh baiklah, lupakan masalah ini, balik lagi ke topik utama yaitu membahas novel ini. 

Sebenarnya cerita ini simple dan mungkin mainstream tapi eksekusi yang diceritakan oleh penulis ini sampai ke pembaca. Nusuk jantung gitu dan bikin nyesek! 

Ceritanya pun gampang ditebak kalau endingnya bakal seperti apa, bahkan dari blurb aja saya sudah tahu cerita ini akan di bawa ke mana tapi jujur saya tetap baca dan nggak sudi buat melompati satu pun kata dari novel ini. Saya ingin mengikuti perjalanan cinta dua pasang muda-mudi ini, saya ingin menyelami segala perasaan yang berkecamuk di dalam dua insan ini. Saya ingin tahu cerita mereka sampai akhir. Saya sudah terseret dalam pusaran ombak cerita ini dan saya resmi terhanyut dalam perasaan dua tokoh utama.

Jadi, cerita ini adalah tentang dua orang remaja bernama Rune Kristiansen dan Poppy Litchfield. Waktu umur 5 tahun Rune pindah dari Norwegia ke Amerika, awalnya Rune tidak menyetujui pilihan orang tuanya itu. Dia tetap ingin tinggal di tanah kelahirannya tapi keinginan dia berubah sejak dia berkenalan dengan Poppy, tetangga rumahnya yang selalu bersikap ceria. Mereka pun dekat dan menjadi teman yang tak terpisahkan.
Lalu, musibah menghinggapi Poppy saat dia berumur 8 tahun. Nenek yang sangat dia sayangi meninggal. Neneknya yang begitu dekat dengan Poppy memberikan Poppy sebuah toples yang mana bernama A Thousand Boy Kisses. Jadi, neneknya ingin Poppy berpetualang untuk mengumpulkan seribu ciuman. Aneh ya? Neneknya minta cucunya yang masih berumur 8 tahun mengumpulkan ciuman. Nyesek di saya sih, saya udah gede tapi boro-boro … ah sudah lupakan! 





Poppy pun ingin mewujudkan petualangan itu. Dia cerita sama Rune tentang hal ini, dan entah kenapa Rune nggak suka dengan ide Poppy ciuman dan dekat sama cowok lain. Jadi Rune pun menawarkan diri untuk jadi cowok yang cium dia. Aduh duh 🙈🙈🙈, mereka baru delapan tahun udah ciuman segala 🙈🙉🙊

Dari ciuman itulah hubungan mereka lama-lama jadi semakin dekat dan saat mereka sudah agak lebih remaja, mereka menamai hubungan mereka sebagai bentuk yang bernama ikatan pacaran (maafkan saya gaje ✌✌✌). Hubungan mereka pacaran bahkan sampai umur mereka lima belas tahun dan mereka pun sudah melakukan ratusan ciuman dalam jangka waktu itu. 

Di sekolah mereka dinobatkan sebagai sejoli yang tak terpisahkan, bahkan mereka nggak ragu untuk menunjukkan kemesraan mereka di depan publik. Oh ya … ada nama panggilan untuk Poppy dari Rune, yaitu Poppymin. Artinya itu Poppyku dan bahasa min itu adalah bahasa Norwegia. 

Hubungan mereka baik dan nyaris tanpa cela. Mereka pun jarang bertengkar, pokoknya mereka tak terpisahkan sama sekali. Tapi sayang, setiap cerita harus punya konflik dan hadirlah konflik itu saat Ayah Rune harus pindah kembali ke Norwegia karna urusan pekerjaan. Rune nggak mau pindah ke sana lagi, dia sudah nyaman di Amerika dan yang paling penting, dia nggak mau pisah sama Poppy-nya. 

Dia marah besar sama ayahnya karena hal ini, tapi dia nggak punya pilihan. Dia harus ikut ayahnya. Dia pun berpisah dari Poppy, sebelum pergi mereka berjanji untuk saling kontak agar hubungan mereka tetap terjalin kuat. 

FYI, sebelum Rune pergi juga, Poppy memberikan “mahkota”-nya pada Rune. 

Beberapa minggu pertama Rune dan Poppy masih sering chatting dan komunikasi jarak jauh tapi tiba-tiba saja Poppy memutus kontak. Rune bingung, dia pikir Poppy menyesal karena sudah memberikan “itu” ke dia. Kehilangan Poppy membuat Rune jadi berubah drastis, dia makin pembangkang, dia sering ngurung diri, dan dia nggak pernah berhenti buat ngucapin kata benci ke ayahnya.  

Lalu, Rune pun kembali ke Amerika. Dengan penampilan yang jauh berbeda. Rune yang polos berubah jadi Rune yang hot. Poppy tak menyangka Rune bisa berubah drastis seperti itu, nggak hanya dari segi penampilan tapi juga dari segi tingkah laku. Rune yang sekarang gambarannya persis seperti karakter bad boy di beragam cerita cinta remaja. Dan yang membuat Poppy sesak adalah saat mereka berpapasan Rune tak mempedulikan dia dan hanya memberikan tatapan dingin. Rune marah besar tapi Poppy nggak berminat untuk mendekat, dia nggak mau menyakiti Rune, jadi langkah yang tepat adalah menjaga jarak jauh dari Rune.
Well, alasan kenapa Poppy menjauh, kenapa Rune yang baik-baik jadi bad boy, terus bagaimana hubungan Rune dan Ayahnya dan semua hal lainnya lebih baik dibaca sendiri. Sumpah saya nggak bohong bilang kalau ini novel benar-benar ugh ugh ugh. Saya baca saja sampai nangis dan saya nangis di busway!!!!! Saya sampai diliatin orang karena air mata saya nggak berhenti tapi ya ampun saya nggak tahan buat nangis, ini novel semuanya favorit saya. 

Endingnya pun luar biasa! Endingnya bikin saya nangis tapi buat saya lega. Endingnya itu buat saya senyum tapi sesak. Aneh kan? Pokoknya, saya hanya bisa bilang kalau novel ini sangat luar biasa.
Novel ini juga menceritakan sebuah cinta ada yang bisa benar-benar sejati. Oke, ini memang fiksi tapi saya berharap cinta semacam ini memang benar-benar eksis. 

Oh ya, novel ini pun nggak hanya tentang cinta antara dua tokoh utama yang menyentuh hati saya tapi kisah antara Rune dan ayahnya pun membuat saya nggak tahan untuk menangis juga. Benar-benar manis hubungan mereka. 
Ada tiga pesan moral yang saya dapat di novel ini. 

1. Kesetian adalah kunci hubungan bisa berhasil hingga memetik kata sejati.

2. Kepercayaan adalah salah satu hal yang harus dimiliki insan yang sedang menjalin cinta karena kepercayaan akan menimbulkan Kesetian.

3. Tidak semua orangtua memberikan kasih sayang mereka secara terbuka kepada anaknya tapi mereka pasti punya kasih sayang itu dan ketika mereka menunjukkan rasa itu, maka kalian pasti akan kehilangan kata-kata. Sama seperti hubungan Rune dan ayah kandungnya. 

Terakhir, saya ingin menyampaikan nilai saya untuk A Thousand Boy Kisses ini, saya tidak segan untuk memberikan nilai 4,5 dari 5. Nyaris sempurna!!!!
RECOMMENDED!!!!


NOVEL WAJIB DIBACA!!!!!!!!!!

AFRAID

​I’m not afraid of dying…

I’m not afraid of leaving…

I’m just afraid that I’m not good enough to standing beside Him.

Sebenarnya ini doa aku dari kecil. Aku tiap malam berdoa untuk hal ini waktu kecil tapi ketika Tuhan (sepertinya) mengabulkan permintaan aku, nggak bisa aku pungkiri kalau aku takut. Aku malu kalau masuk ke tempat-Nya karena aku sadar kalau aku sangat kotor.

 Sinopsis I’m Sorry I Love You ( K-Drana), Episode 1 part 1

​Jika kita tidak bisa bersama, maka kita akan mati bersama — Cha Moo Hyuk

***

25 September 1999
Seorang wanita bernama Elle Jackson yang masih berusia delapan belas tahun ada dalam sebuah rekaman video. Dia menjelaskan bagaimana dia bisa sampai ke Australia saat usianya baru lima tahun, dia bilang kalau hidup itu menyebalkan. Sudah beberapa kali dia berusaha untuk membunuh dirinya sendiri tapi setelah dia bisa berpikir dengan matang, dia memutuskan untuk tetap mempertahankan detak jantungnya. 

“Aku harus hidup untuk membalas dendam pada orangtuaku yang membuangku layaknya sampah tak berguna,” katanya dengan sorot mata penuh kebencian bercampur rasa jijik.

Lalu rekaman berpindah tempat, kali ini seorang pria Sean Kelly yang lebih muda satu tahun dari Elle Jackson juga menjelaskan bagaimana takdir membawanya ke kerasnya kehidupan jalanan di Australia. Dia benci dengan tanah kelahirannya. Dia muak dengan orangtuanya. Korea dan orangtuanya telah membuangnya ke tempat ini, mereka tidak akan pernah bisa dimaafkan. Dia bersumpah tidak akan pernah menggunakan bahasa Korea lagi.
Setelah Sean Kelly, giliran Danny Anderson atau Cha Moo Hyuk yang ada di rekaman itu. Usianya dua puluh dua tahun, dia berpenampilan lebih liar dari dua orang sebelumnya tapi tidak seperti dua anak remaja tadi. Moo Hyuk tetap menggunakan bahasa ibunya ketika berbicara di kamera. 

Dia bilang dia tidak ingat kapan dia tiba di Australia. Dia diadopsi ketika umurnya masih dua tahun. Tapi satu hal, dia mengucapkan bahasa Korea dengan sangat lancar walaupun dia baru belajar bahasa itu beberapa tahun ini setelah meminta diajari oleh kekasihnya. Dia bahkan mengucapkan beberapa bahasa slang Korea dengan fasih. 

Dengan senyum penuh kebanggaan, dia menarik sosok gadis muda ke sampingnya. “Ini dia kekasihku yang hebat.”

Lalu, ketika si pembawa kamera itu menanyakan apakah Moo Hyuk dendam dengan ibunya yang telah menelantarkannya. Moo Hyuk menjawab dengan bijak, “Aku percaya ada alasan di balik tindakan itu. Jika tidak, bagaimana mungkin dia tega membuang anak yang sudah dia lahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Mungkin saja dia terlalu miskin bahkan untuk memberiku susu. Jadi dia ingin agar aku hidup di keluarga yang kaya raya.”

Dia mengucapkan janji penuh dengan keteguhan, “Aku akan mencari uang yang sangat banyak dan kembali lagi ke Korea. Aku akan membelikan apapun yang ibuku inginkan. Tunggu aku,ibu… aku akan membawakanmu kemewahan. Beri aku waktu lima tahun lagi, oke?”

Ternyata rekaman itu dilihat oleh dua orang Korea yang bekerja di program salam satu stasiun TV. Mereka berdebat cocok atau tidaknya Moo Hyuk masuk ke dalam program mereka. Di lihat dari satu sisi memang Moo Hyuk tidak cocok apalagi dia menggunakan bahasa yang cukup kasar di video itu. Produser tidak menyukai hal itu, tapi asisten produser itu bilang kalau dia bisa mengedit beberapa bagian. Produser itu setuju dengan hal itu, sekaligus dia meminta pada asistennya untuk mendapatkan gambar yang lebih bagus.

Ternyata mereka berdua bergabung dalam sebuah program laporan khusus tentang orang-orang Korea yang di adopsi oleh warga asing. Judul laporan khusus itu adalah, “Aku Tidak Suka Korea.”

***

Lima tahun kemudian…

Moo Hyuk mengendarai mobil tua menembus jalanan Australia. Agar tidak bosan dengan situasi yang ada, dia menyetel musik dengan volume yang sangat kencang di mobil itu. Dia memperhatikan orang-orang yang berlalu lalang di trotoar dengan sangat cermat, lalu tak lama kemudian mobilnya dia tepikan di depan seorang gadis yang tengah membawa peta besar. Gadis itu tampak kebingungan menyesuaikan peta di tangannya dengan peta yang terpasang di marka jalan trotoar itu. 

Moo Hyuk tersenyum senang melihat situasi ini, dia menyapa gadis itu dengan bahasa Inggris, menawarkan tumpangan. Sekedar basa-basi Moo Hyuk bertanya asal dari gadis itu. Ternyata si gadis berasal dari Jepang. Moo Hyuk tambah bersemangat, dia sudah sedikit mahir bahasa Jepang.

Sedikit berbohong demi kebaikan itu wajar, jadi Moo Hyuk bilang pada gadis itu kalau dia juga berasal dari Jepang. Gadis yang awalnya curiga dengan Moo Hyuk pun menjadi sangat bersemangat, dia sudah kebingungan dengan jalanan kota ini. Dia lega bisa menemukan seseorang yang satu tanah kelahiran dengannya. 

“Masuklah ke mobil. Aku akan mengantarmu ke tempat yang kau tuju.”

“Benarkah? Terima kasih banyak,” ujar gadis itu sangat tulus. Dia pun masuk ke mobil tua Moo Hyuk tanpa tahu Moo Hyuk sendiri punya maksud tersembunyi yang melibatkan gadis polos itu.
Selama di perjalanan, gadis itu tak berhenti mengucapkan rasa terima kasihnya atas tumpangan Moo Hyuk. Dia bilang dia adalah seorang backpacker, dia sudah sangat ketakutan karena tersesat di negara yang bahasanya sama sekali tidak dia kuasai. Dia bahagia sekali bisa bertemu dengan sesama orang Jepang di kota itu.

Tapi kebahagiaan gadis itu hanya bertahan sebentar. Jantungnya sekarang berdegup sangat kencang berlandaskan ketakutan setelah seseorang dari kursi belakang mengancamnya dengan pisau yang mengarah ke lehernya. Dia menoleh ke Moo Hyuk sedikit meminta bantuan tapi orang yang beberapa menit lalu dia anggap malaikat malah tak acuh dengan kondisinya saat ini. 

Mobil lalu kembali menepi, dengan kasar tubuh gadis itu didorong keluar dari mobil. Gadis memaki dengan bahasa kasar saat mobil itu berlalu di depannya. Dia mengutuk dirinya sendiri yang dengan bodohnya mempercayai orang asing itu. Pria itu benar-benar bajingan. 
Moo Hyuk menghentikan laju mobilnya tepat di sebuah gang tempat dia selama ini menumpang untuk tidur. Orang yang tadi menodong si gadis membagikan uang yang berasal dari dompet hasil jarahnya ke Moo Hyuk. Tapi orang berkulit hitam itu membuat kesalahan besar karena bermain soall uang dengan Moo Hyuk. Moo Hyuk tidak suka adanya pembagian uang, dia mau uang itu utuh sampai ke tangannya.

Rekan kriminal nya itu mengeluh pada Moo Hyuk tapi Moo Hyuk bilang dia sedang butuh uang itu untuk membelikan kado ulang tahun kekasihnya.

***

Di tempat lain ada sepasang muda-mudi yang sedang membagi momen intim di dalam mobil. Mereka berciuman saling membagi hasrat tapi di tengah ciuman itu, suara ketikan di kaca mobil membuat mereka mengambil jeda sesaat.

Saat kaca mobil terbuka, tampak seorang wanita dengan kamera yang menyala mengabadikan momen pribadi mereka berdua, “Halo, Kang Min Joo. Saya Song Eun Suk dari Behind Korea.” Gadis itu memperkenalkan diri.

“Aku dengar rumor yang menyebutkan kalau kalian berdua sedang berkencan dan akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat. Saya ingin mengucapkan selamat pada kalian berdua.”
“Terima kasih. Kau punya info yang cukup baik di Behind Korea.”

Si pria yang daritadi diam lalu menyela dengan nada tinggi, “Menikah? Siapa yang akan menikah?”

“Bukankah kita memang akan menikah?” tanya Min Joo penuh harap.
“Hah? Apa maksudmu?”

Min Joo mendengus, “Jadi selama ini kau hanya mempermainkanku?”

Sang jurnalis masih setia menonton pertengkaran itu dengan berpura-pura serius. Sebenarnya dia tidak suka melakukan hal ini, tapi atas nama persahabatan dia mau saja diperalat oleh Min Joo. Asal tahu saja, Min Joo memintanya berpura-pura menjadi seorang paparazi agar hubungannya bisa berakhir dengan laki-laki tadi.

“Terima kasih, Eun Chae. Berkatmu aku bisa lepas dari laki-laki membosankan itu.”

“Aku tidak akan mau membantumu lagi.” Eun Chae serius dengan kalimat ini, tapi Min Joo tidak menangkap maksud Eun Chae. 

“Aku serius. Kalau kau sampai memintaku melakukan hal ini lagi, maka hubungan persahabatan kita akan berakhir.”

“Baiklah… ”

“Kau harusnya menjalankan hubungan dengan serius. Mencintai seseorang dan dicintai seseorang, itulah caranya untuk menjalankan hidup. Jangan kau permainan cinta lagi.”

Min Joo berpura-pura tuli dan lebih peduli pada minuman kalengan dalam genggamannya. Eun Chae yang khawatir dengan sahabatnya ini pun menarik paksa minuman kaleng itu dengan kesal.

“Eun Chae, menurutmu apa itu cinta? Kalau bagiku, cinta itu sebuah permainan.”
Selesai mengatakan hal itu, Min Joo kembali duduk di bangku taman. Dia membuktikan perkataannya dengan tepat setelah menerima dua panggilan berbeda tapi menjawabnya dengan sama mesranya. 

Tiba-tiba ponsel Eun Chae bergetar, ada pesan masuk ke ponselnya. Dia terkejut membaca isinya.


Dari bintangku :
Aku tidak mau hidup lagi, Eun Chae

Eun Chae panik dan segera menuju apartemen si pengirim pesan. Sampai di tempat tujuan, Eun Chae berteriak memanggil nama Choi Yun. Choi Yune menyuruh Eun Chae untuk masuk ke kamar mandi karena dia sedang berandam di dalam bath up, mencari ketenangan sesaat.

Eun Chae tidak langsung masuk ke kamar mandi. Biar bagaimanapun dia seorang wanita, masuk ke dalam kamar mandi yang isinya ada seorang pria tengah mandi bukan pilihan yang bagus. Tapi, Choi Yun terus memaksa. Eun Chae tak punya pilihan… sahabatnya dari kecil ini sedang butuh bantuan. 

“Kenapa? Kenapa kau tidak mau hidup lagi?” tanya Eun Chae langsung.

Choi Yun memijat pelipisnya, tatapan nanarnya masih menuju ke TV persis di atas bathup yang memutarkan potongan kecil kemesraan yang pernah dia bagi dengan seorang gadis yang sangat spesial. Kang Min Joo.

“Dia tidak membalas pesanku. Aku mengirimnya dua pesan, ponselku belum rusak. Dia tidak membalasnya sama sekali.”

“Memang apa yang kau kirimkan padanya?”

“Aku ingin kencan denganmu. Apakah itu kekanakan?”

Eun Chae hanya diam, tak tahu harus merespons apa.

“Aku ingin jadi orang yang spesial untukmu, apakah itu kekanakan?”

Akhirnya Eun Chae buka suara. Dia bilang dengan jujur agar Choi Yun jangan mengharapkan Min Joo. Dalam hati terdalamnya dia tidak ingin Choi Yun tersakiti sama seperti laki-laki lain yang dipermainkan seenaknya oleh Min Joo. Dia ingin yang terbaik untuk Choi Yun, sahabatnya dari kecil sekaligus cinta terpendamnya. Walaupun dia tidak bisa bersama Choi Yun, setidaknya Yun bisa mendapatkan gadis yang baik-baik. Min Joo itu bukan solusi yang tepat.

Sayangnya, tindakan pencegahan Eun Chae diintrepretasi beda oleh Yun. Yun sedikit jengkel dengan Eun Chae karena tidak ada di pihaknya. Dia pun menjalankan tindakan yang dia katakan sebelumnya di pesan singkat itu. Dia mencelupkan kepalanya dalam air bathup yang penuh oleh air berbusa. 
Eun Chae panik, dia mencoba mengangkat Yun keluar dari dalam air tapi dia ditipu oleh Yun. Yun malah membawanya ikut basah dalam bathup. Dengan mata memelas Yun memohon pada Eun Chae untuk membantunya agar bisa bersama Min Joo. Eun Chae adalah teman baik Min Joo, hal ini akan mempermudah dia mendapatkan gadis incarannya. Dengan terpaksa walau diiringi hati yang perih, Eun Chae mengangguk lemah. 

Puas dengan jawaban Eun Chae, Yun bangun dari posisinya. Tidak peduli di depannya ada Eun Chae. Dia sudah menganggap Eun Chae sebagai teman yang sama ratanya dengan teman laki-laki, jadi untuk apa malu? 

Sayangnya Eun Chae tidak sepaham dengan Yun. Demi Tuhan, dia adalah seorang wanita, terlebih lagi Yun adalah pria yang mengisi hatinya selama dia hidup. Dia tentu saja malu. Jadi, selama Yun membilas dirinya di bawah Shower, Eun Chae setiap menutup matanya. Jantungnya berdetak melebihi kondisi normal lagi. Selalu Yun yang membuat keadaan jantungnya tak normal. Selalu saja Yun.
Keluar dari kamar mandi, Choi Yun duduk di depan piano. Dimainkannya nada-nada putus asa dan nyanyian kesedihan akibat cinta tak berbalasnya. Eun Chae mendengar suara piano itu, dia merasa nyanyian itu juga cocok untuknya. Tapi beda dengan Choi Yun yang bisa mendapatkan gadis sesukanya, Eun Chae tidak akan pernah bisa mendapatkan Yun. Mereka ada di kelas berbeda. Untuk menghapus kesediaannya, Eun Chae menenggelamkan kepalanya di bawah air bathup, ia sungguh berharap bisa sesegera mungkin mengikis perasaan menyakitkan ini.

.
***.
.

Di  kota Sidney, Moo Hyuk membaurkan diri dengan kesibukan jalanan kota itu. Dia berjalan kaki bersama rombongan orang lain yang mungkin berbeda tujuan dengannya. Ketika di trotoar, dia tertarik untuk bergabung dengan dua orang wanita lokal yang sedang duduk sambil melahap makanan cepat saji. Kedatangan Moo Hyuk diantara mereka membuat suasana yang tadinya nyaman menjadi canggung, mereka punya intiusi yang kurang baik dengan pria asing itu. Mereka pun memilih untuk menyelamatkan diri mereka dan segera pergi jauh-jauh dari Moo Hyuk.
Dasar orang yang suka membuang uang. Mereka berdua pergi tanpa membawa makanan cepat saji yang baru mereka makan sedikit. Tapi, itu memang rencana Moo Hyuk. Dia sangat lapar sekarang. Dia ambil makanan sisa itu dan dibawanya berjalan menembus lautan manusia yang tengah berjalan di trotoar.

Dia berjalan terus hingga sampai ke sebuah toko pakaian. Dia ingin memberi hadiah yang spesial untuk pujaan hatinya. Dia memilih gaun yang paling bagus disana, tapi ketika dia menanyakan harga kepada pelayan toko, dia dibalas dengan nada merendahkan yang setara dengan uangmu tidak akan cukup untuk membayar gaun semarak itu.

Moo Hyuk geram. Dia keluarkan uang dari kantung celananya dan memberikannya secara paksa ke pelayan toko itu. Dia tidak suka direndahkan walaupun dia mengakui kalau dia berasal dari kaum rendahan. 

Di tengah perseteruannya dengan penjaga toko, Moo Hyuk dikejutkan dengan pemandangan yang jauh tak pernah dia bayangkan sebelumnya. Ji Young, wanita yang setia dengannya selama ini sedang bersama seorang pria paruh baya. Mereka terlihat sangat mesra. 

Ji Young mengatakan kalau dia sudah bersama Jason sekarang. Moo Hyuk tak terima, dia tidak mau ada wanita lain yang mencampakkannya begitu saja. Dia tidak suka dibuang. 

Moo Hyuk mengatakan rasa cinta pada Ji Yong tapi dengan tak berperasaan, Ji Young mengatakan, “Aku juga mencintaimu tapi aku lebih mencintai uang Jason.”

.
Dan begitulah… Ji Young pergi dari kejapan matanya. Ji Young-nya telah pergi dari sisinya.

***

Eun Chae dan Yun terbang ke Sydney untuk sebuah project iklan. Bukan, iklan itu bukan milik mereka berdua tapi milik Yun dan Min Ju. Eun Chae harus cukup puas dengan hanya menjadi asisten Yun karena memang itulah pekerjaannya. 
Selama proses pengambilan gambar Eun Chae harus menahan jutaan perih melihat kemesraan yang dilakukan Yun dan Min Ju untuk kepentingan naskah. Mereka terlihat begitu cocok bersama. Mereka membuatnya iri. 
Saat pengambilan gambar untuk hari itu selesai, Eun Chae diajak oleh Min Ju berkunjung ke hotelnya. Dia ingin Eun Chae mencoba wine Napoleon yang baru dia dapatkan. Eun Chae menerima ajakan itu tapi Yun ikut bergabung dalam obrolan, dia dengan terang-terangan bilang juga ingin pergi ke hotel Min Ju dan mencoba wine mahal itu. Min Ju akhirnya mengijinkan. 

Eun Chae dan Yun memutuskan untuk berjalan sebentar. Eun Chae bertanya pada Yun tentang arti cinta, apa cinta juga merupakan permainan untuk Yun. Yun tentu tak setuju dengan pendapat gila itu. Saat mereka asyik mengobrol, ada mobil yang berjalan ugal-ugalan yang mengarah ke tempat mereka berdua. Eun Chae mementingkan keselamatan Yun, dia dorong Yun agar menghindar dari celaka. Dia bahkan tak peduli dengan kondisi tubuhnya sendiri, asal Yun baik-baik saja, maka dia pun akan baik-baik saja. 

Pengemudi ugal-ugalan itu ternyata Moo Hyuk. Moo Hyuk masih sakit hati dengan pengkhianatan telak Ji Young. Tega sekali wanita itu meninggalkannya hanya demi uang. Uang… uang… selalu saja uang. Dia benci dengan benda mati itu. Dia selalu dibuang karena uang. 
Dengan hati tercabik dia buang uang yang semestinya bisa dia tukarkan dengan  sebuah gaun sebagai kado ulang tahun Ji Young ke dalam sungai. Dia benci uang. Uang membuatnya terus merasakan sakitnya dicampakkan. Dia tidak menyukai uang sama sekali.

***

Sinopsis ini juga dimuat di akun wattpad saya.

Klik : Ini akun wattpad saya

Saya sengaja tidak menggunakan gambar seperti sinopsis yang lain karena saya mau buat sinopsis ini layaknya sebuah cerita atau novel.

***

Jakarta, 21 Januari 2017 pukul 1.30 Am

Kata Mereka

​Kata mereka aku pendiam

Padahal mereka tak tahu aku kesepian

Mereka selalu berspekulasi 

Agar aku tak usah didekati 

Mereka bilang aku hanya senang menyepi bermain dengan sepi

Mereka bilang aku aneh

Mereka bilang aku sombong

Mereka bilang aku enggan bergaul

Mereka bilang aku anti sosial

Mereka selalu bilang ini itu…

Tapi mereka tak tahu apapun tentang diriku

Aku memang mengagungkan sepi

Dia adalah temanku yang paling mengerti

Tapi sungguh aku juga butuh orang lain

Tak enak rasanya hanya berdiri sendiri merangkul jutaan beban

Tanpa ada satupun orang yang bisa diajak bicara untuk berdiskusi dan mencari solusi

Aku sungguh ingin membaur 

Tapi aku tak tahu bagaimana caranya

Aku adalah seorang yang disebut punya jiwa introver

Tapi seorang introver pun butuh teman

Seorang introver itu manusia normal

Seorang introver itu makhluk sosial

Berteman dengan sepi selalu jadi makanan sehari-hari 

Tapi sungguh makanan itu lama-lama menjadi basi

Aku butuh hal yang segar

Agar hidup dan jiwaku tidak layu dan menjadi mati

Cinta Dalam Diam

​Aku jatuh cinta dalam diam

Suaraku bungkam

Hanya bisa berteriak pada alam

Betapa cinta ini sangat mencekam

Mengecam diriku jatuh terlalu dalam

Pada sang adam

Cinta dalam diam

Tidak bersuara

Tapi dia selalu tumbuh

Cepat

Menyakitkan

Tidak bisa dihentikan

Merusak hati

Tak terbantahkan

Membuat sisi rasional menjadi gila

Bahkan gila bisa menjadi waras

Melihatmu dari jauh

Merasakan sakitnya dari dekat

Kau tak tersentuh

Hubungan ini penuh sekat

Tapi aku tak bisa acuh

Hanya kau yang aku ingat

Dalam setiap gaduh

Kau membuatku rapuh

Diriku terbunuh

Kau yang tak bisa kurengkuh

Aku tidak mau memilikimu hanya separuh

Aku butuh dirimu utuh

Lalu aku bisa apa?

Kau sudah memilih takdirmu

Dan sialnya itu bukan aku

Hell, Kenapa Trump Menang!!!

Sampai saat ini aku masih kaget dengan keputusan warga Amerika. Bagaimana mungkin seorang Donald Trump yang selalu memakai kampanye SARA dan mendeskridetkan satu agama tertentu bisa menang dan memimpin negara Adidaya macam Amerika.

Aku speechless…

Memang Hillary pun punya catatan buruk… ada banyak tindakan kriminal yang dia lakukan dulu sebagai pengacara. Tapi setidaknya dia tidak memakai cara kotor dengan menghina Agama, Suku, dan Ras tertentu. Hillary berkampanye dengan cara yang sehat… well Amerika benar-benar payah atas pilihan mereka.

Ada yang bilang kemenangan Trump itu karena ada banyak suara anak muda yang tidak terpakai karna mereka memilih Golput. Mereka pikir, dua calon ini tidak ada yang benar. Padahal suara anak muda itu 40-60% jumlah total suara keseluruhan loh… mereka yang menjadi penentu kemenangan presiden nantinya dan mereka memilih untuk tidak menggunakan suara mereka.

Jujur, aku itu juga termasuk orang-orang yang lebih memilih golput daripada memberi suara ke bilik suara karna Well,  aku nggak tertarik sama masalah politik. Tapi gara gara hal ini aku sadar kalau aku harus bersuara kalau aku mau keadilan dan perubahan.

Seharusnya Ormas-ormas yang kemarin Demo itu harusnya Demo sekarang karna Trump itu benar-benar anti Islam. Dia jelas-jelas memerangi Islam, kalau kalian sebagai Islam peduli pada Agama kalian dan tidak terima jika Agama kalian dihina seperti itu ya baru kalian tepat untuk demonstrasi. Bukan seperti kemarin, demo untuk memerangi Ahok yang bahkan tidak pernah bermaksud menghina Islam.

Aku saja yang bukan kaum muslim peduli. Aku benci sekali dengan orang-orang yang menghina Agama untuk tujian tertentu dan Trump itu sudah keterlaluan. Padahal tidak semua muslim itu ISIS dan dia selalu bilang muslim itu penyakit.

Benar-benar kacau pilihan Amerika. 

Aku kira negara itu dihuni orang-orang pintar tapi nyatanya… mereka banyak yang bodoh sampai bisa-bisanya memilih Trump menjadi Pemimpin mereka.
Aku masih speechless sampai sekarang.